
Minggu, 27 Januari 2008, Klab Aleut melaksanakan kegiatan belajar menjadi pemandu wisata. Awalnya, kegiatan ini khusus bagi pegiat internal Klab Aleut saja, khususnya para pegiat yang tertarik dengan dunia pariwisata. Tapi, pada pelaksanaannya, beberapa pegiat Klab Aleut sedikit dikejutkan dengan kehadiran lebih dari 60 pelajar SMAN 4 Bandung yang antusias untuk mengetahui sejarah Bandung. Para pelajar tersebut mengira kegiatan belajar menjadi pemandu wisata ini adalah suatu kegiatan wisata sejarah yang biasa diselenggarakan oleh Klab Aleut bagi kalangan pelajar SMA se-Kota Bandung.

Taufanny Nugraha, salah seorang pegiat Klab Aleut mengatakan bahwa animo pelajar SMAN 4 patut diapresiasi. Oleh sebab itu, kegiatan belajar menjadi pemandu wisata ini sedikit berubah dari rencana awal yang telah disusun oleh Klab Aleut. “Kita (Klab Aleut), jadinya harus mandu beneran nih, tapi ga apa-apa lah sekalian belajar,” ucap Taufanny sambil tersenyum. "Itung-itung kita simulasi acara wisata sejarah untuk Bandoeng Vacantie 2008 deh," tambah Taufanny.
Seperti biasa, kegiatan dimulai pagi-pagi sekali. Pukul 06.06 WIB, beberapa orang dari Klab Aleut sudah berkumpul di halaman barat Gedung Merdeka. Sembari melakukan persiapan, beberapa dari mereka menyantap sarapan dan asik berfoto di kawasan Gedung Merdeka serta Jalan Asia Afrika.
Pada pukul 07.10 WIB, perjalanan pun dimulai. Menyusuri beberapa obyek bernilai historis di kawasan Jalan Asia Afrika. Mulai dari Gedung Merdeka, Hotel Homann, sampai ke Titik Nol Kilometer Bandung yang terletak di depan kantor Dinas Bina Marga. Sambil jalan-jalan, di beberapa titik, para peserta belajar menjadi pemandu wisata sekaligus diperkenalkan tentang sejarah Bandung. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Hotel Preanger, Jalan Tamblong, Jalan Naripan hingga ke Bank Jabar yang dulunya merupakan gedung Denis Bank (De Erste Nederlansche-Indische Spaarkas en Hypotheek Bank) .
Dari perempatan Jalan Braga-Naripan, perjalanan dilanjutkan hingga ke Taman Balaikota Bandung yang merupakan titik akhir perjalanan latihan ini. Di taman Balaikota inilah para pegiat Klab Aleut beserta pelajar dari SMAN 4 Bandung diberi sedikit bekal pengetahuan tentang bagaimana menjadi pemandu wisata. Dalam kesempatan ini, Ceppy Chair Bekajaya, wakil koordinator hubungan masyarakat Klab Aleut yang menjelaskan materi. Sambil beristirahat dan menyantap bekal yang telah disiapkan, para peserta pun menyimak penjelasan dari Ceppy. Kegiatan pun ditutup dengan berfoto bersama di depan Babancong Balaikota.
Setelah sebagian besar pelajar SMAN 4 Bandung meninggalkan Babancong Balaikota, Taufanny Nugraha meminta para pegiat Klab Aleut untuk segera melakukan evaluasi kegiatan. Dari hasil evaluasi tersebut, diketahui bahwa sebagian pegiat Klab Aleut masih belum puas dengan materi sejarah Kota Bandung yang mereka punya. Mereka pun meminta kepada Taufanny untuk melanjutkan kegiatan dengan penambahan materi sejarah Kota Bandung sambil jalan-jalan ke seputaran Jalan Braga.
Sambil menjelaskan obyek-obyek yang bernilai historis di kawasan Braga, Taufanny ditemani Ridwan Hutagalung yang juga pegiat Klab Aleut mempresentasikan beberapa hasil temuan baru yang mereka dapatkan. Diantaranya adalah seputar sejarah Bioskop di Kota Bandung dan tokoh-tokoh penting yang pernah tinggal di seputaran Braga.
Perjalanan yang berlangsung lebih dari 2 jam ini berakhir di depan Gedung Majestic. Sebagian pegiat yang sudah telihat kelelahan pun beristirahat sambil menyantap makan siang di sana. Di sela-sela istirahat, Ridwan Hutagalung melihat seseorang yang sedang membersihkan gedung bekas kantor Au Bon Marche yang sempat tenar dengan gaun-gaun wanita mode Paris di era 1913-an. Ridwan, bersama beberapa pegiat Klab Aleut lainnya tak melewatkan kesempatan ini begitu saja. Mereka pun meminta izin untuk masuk ke gedung tersebut sekaligus berfoto di dalamnya.
Setelah puas berfoto di gedung bekas Au Bon Marche, pada pukul 13.10 WIB, Budhi Kurnia sang koordinator Klab Aleut menutup kegiatan hari itu. “Program latihan menjadi pemandu wisata ini akan dilanjutkan pekan depan, jadi mohon siapkan waktu dan fisik teman-teman untuk mengikuti acaranya,” ucap Budhi di sela-sela penutupan acara.*** (tLk/Klab Aleut).