klab's posts with tag: bandoeng vacantie

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bandoeng vacantie
Photo AlbumBandoeng Vacantie II (2 photos)May 14, '08 2:05 AM
for everyone

EventBANDOENG VACANTIE IIMay 2, '08 11:44 AM
for everyone
Start:     May 18, '08 06:30a
Location:     Dari Gedong Merdeka ke Gedong Sate
BANDOENG VACANTIE II
Dari Gedong Merdeka ke Gedong Sate
Minggoe, 18 Mei 2008

Sebuah Wisata Sejarah!
Jalan-jalan plezier telusuri keunikan sejarah Bandung!

---Naek Gedong Sate, Rasaken Resep Aseli Snoephuis, Nanem Pohon ala van Dorp, Jajal-jalan di Istana Panglima Besar Hindia Belanda, Masuk Depertement van Oorlog, Liat Gambar Idoep!, dan banjak hal, enz,enz...-------
Van Begin tot End Amusement!

Gratis!
Zonder Dipoengoet Bea Sadoeitpoen!
Khusus siswa-siswi sekolah menegah.
Perwakilan masing-masing sekolah maksimal 3 orang.

Keikutsertaan, informasi, pendaftaran:
Jl. Sumur Bandung 4, Dago Bandung
Jam 14.00 siang sampai 18.00 sore

Telepon: 022-70344820, 081320487478


EventSimulasi Bandoeng Vacantie IIMay 2, '08 11:31 AM
for everyone
Start:     May 4, '08 06:45a
Location:     Gedung Merdeka ke Gedung Sate
Bandoeng Vacantie II, sebuah agenda wisata sejarah Klab Aleut (untuk siswa-siswi sekolah) akan diadakan 18 Mei ini!

Minggu ini Aleut mau adakan semacam simulasinya.
Bagi teman-teman yang pernah ikut Bandoeng Vacantie yang lalu, atau kegiatan Aleut apapun, atau memang ingin bergabung sebagai pegiat KlabAleut, kami mengundang untuk ikut gabung di kepanitiaan Bandoeng Vacantie II: boleh ikut jadi pemandu wisata, ikut merancang kegiatan, atau ikut berkreasi dalam hal apapun...

Simulasi Minggu 4 Mei nanti bermula dari Gedung Merdeka, berakhir di Gedung Sate...
Kumpul di pelataran barat Gedung Merdeka jam 06.48

Tanya-tanya lebih lanjut:
022-70344820, 081 320 487 478

Salam!

Blog EntryKompasDec 17, '07 12:08 PM
for everyone

                                                                                 FOTO: KOMPAS/WISNU WIDIANTORO



Belajar dengan Menelusuri Sejarah Kota Bandung

(Koran Kompas – Senin, 18 September 2006)

Sejak mulai pukul 7.30, sejumlah peserta wisata Kota Bandung sudah siap di Jalan Asia Afrika. Minggu (17/9), sebanyak 94 pelajar dan 52 panitia dari Klab Aleut menelusuri Jalan Asia Afrika, Tamblong, Naripan, Perintis Kemerdekaan, Merdeka, Aceh, dan Dipenogoro Kota Bandung sambil mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah.

Mereka datang ke Restoran Braga Permai, yang dulu merupakan restoran paling elite. Setelah mencicipi kue, peserta menelusuri Jalan Braga. Pemandu mengatakan, Braga berasal dari kata balaga atau sikap suka pamer. Sebab, di jalan inilah kaum Belanda memamerkan mobil dan pakaiannya kepada kaum pribumi.

“Saya sering lewat Jalan Braga, tapi baru tahu asal katanya sekarang,” ujar Popi Lestina (16), pelajar SMAN 7 Bandung.

Ia memutuskan ikut acara tersebut setelah Klab Aleut, penyelenggara acara, datang ke sekolahnya. “Saya ikut karena sering jalan-jalan di kota Bandung, tapi sejarahnya saya belum tahu semua,” kata Popi.

Setelah dari Braga, peserta ke Gedung Indonesia Menggugat, yang dulu dinamakan Gedung Landraad atau pengadilan.

Gedung di Jalan Perintis Kemerdekaan No 5 Kota Bandung yang awalnya merupakan rumah pribadi ini dibangun tahun 1909. Rumah tersebut direnovasi tahun 1917 dan dijadikan pengadilan.

Di gedung tersebut, peserta diberi sajian film tentang Bandung tempo dulu. Di masa lalu, Bandung amat asri.

“Kok bisa ya, pembangunan malah membuat kota jadi enggak senyaman dulu,” ujar Popi.

Dalam film tersebut ditayangkan aktivitas di sungai-sungai yang ada di sekitar Bandung. Sungai masih besar dan deras airnya sehingga perahu bisa melayarinya. Film juga banyak bercerita tentang peristiwa Bandung Lautan Api. “Banyak hal yang belum saya tahu tentang BLA (Bandung Lautan Api),” ujar Donni Laraswanda, pelajar SMPN 7 Kota Bandung.

Dari Landraad, sekelompok orang bergerak ke Balai Kota, lalu ke Taman Lalu Lintas atau Taman Nusantara yang pada awalnya bernama Insulinde Park, dan perjalanan pun terus berlanjut menyusuri sejarah kota Bandung.

“Kalau belajar sejarah di kelas, membosankan karena hanya cerita. Kalau dengan wisata, jadi ikut merasakan dan lebih menarik,” ujar Ramadani Wikusuma (17), pelajar kelas III SMAN 4 Bandung.

Helena AS, guru dari SMAN 1 Kota Bandung, mengaku amat senang dengan acara tersebut.

“ Bagus sekali. Saya berharap pelajar dari sekolah swasta bisa diajak,” ujar Helena.

Demas Dirgahari Hubungan Masyarakat Klab Aleut, mengatakan, mereka mengumpulkan bahan tentang sejarah Kota Bandung dari berbagai leteratur.

Setelah disajikan dalam bentuk wisata, Demas berharap generasi muda lebih cinta pada kotanya.

(Yenti Aprianti)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help