Bentuknya Aleut?
Klab Aleut merupakan komunitas yang bersifat nirlaba-wiweka (nonprofit-oriented), swadaya, dan tidak identik—atau berlatar—sekolah, kampus, atau kalangan tertentu. Penggiatnya adalah siapapun yang punya ketertarikan lebih terhadap sejarah populer, siapapun yang ingin berbuat sesuatu agar apresiasi sejarah lebih menarik. Semakin banyak elemen dengan latar belakang yang bervariasi pada suatu komunitas maka bisa jadi apresiasi sejarah bisa lebih menarik.
Sebagai komunitas, Klab Aleut berusaha tampil sebagai ruang interaksi alternatif yang menghimpun kalangan muda di Bandung. Dalam harapan untuk meluaskan pandangan kalangan muda atas sejarah, maka Klab Aleut berusaha mengemas kegiatan-kegiatan bertema sejarah dan budaya secara menyenangkan, salah satu penyajian utamanya dilakukan dalam bentuk bentuk wisata. Klab Aleut punya obsesi untuk menyelenggarakan kegiatan bertema sejarah dan budaya dengan menarik secara simanbung dan disajikan gratis untuk masyarakat, terutama untuk kalangan anak-anak sekolah, sebagai bentuk dedikasi Penggiat-Aleut terhadap khalayak.
Belajar Sejarah?
Belajar sejarah yang paling menyenangkan bisa jadi memang bukan di dalam kelas seperti di bangku sekolah atau kuliah. Tampaknya apa yang cenderung terbentuk dari pelajaran sejarah selama kita sekolah adalah sejarah yang hanya ‘menghafal-kejadian-kejadian-besar’, menyangkut politik, perang, penjajahan, pahlawan, kerajaan, pemberontakan, lengkap dengan nama-nama tokoh di baliknya, lengkap pula dengan tanggal detail kejadian. Ya, demikianlah yang lebih sering terbayang ketika lema ‘sejarah’ muncul. Dengan kelas-kelas yang diisi pelajaran sejarah yang melulu demikian, maka sejarah cenderung sering dianggap tidak menarik dan menjemukan—apalagi kalangan muda--masih sering dianggap sebagai hal yang tidak menarik sekaligus membosankan. Nyatanya, hapalan-hapalan yang banyak dimunculkan buku-buku sejarah di sekolah tak lain hanyalah bagian kecil saja dari apa yang tercakup oleh ranah yang disebut ‘sejarah’. Toh, peradaban manusia ini nyatanya telah dibangun dari banyak serabut kisah, dari yang kisah-kisah sederhana hingga peristiwa-peristiwa besar. Memang alangkah banyak hal-hal kecil yang unik dan cukup mewarnai proses panjang sebuah sejarah.
Di samping belajar sejarah ‘versi sekolah’, tentu akan lebih mengasyikan lagi jika kita bisa banyak tahu ini-itu seputar sejarah dalam cakupan yang lebih luas lagi. Ya, karena sejarah memang bukan hanya seputar penjajahan, pahlawan, perang, penemuan besar, sesuatu yang berhubungan dengan para raja, serta hapalan rinci tiap tanggal kejadiannya?
Nyatanya kami di Klab Aleut mencoba membuat belajar sejarah agar lebih asyik. Bisa dilakukan dengan jalan-jalan (wisata sejarah) ke tempat-tempat yang punya cerita menarik, atau membaca buku (bukan hanya buku sejarah, termasuk fiksi, kisah perjalanan, esai, atau buku apapun), dan kemudian mengungkit hal-hal unik yang diceritakan di dalamnya untuk dikaitkan dengan sejarah. Bisa pula dengan menonton film-film bagus dan mengaitkannya dengan apa yang terjadi pada zaman latarnya, juga bahkan mendengarkan musik segala zaman untuk merasakan gerak sejarah. Aleut mengajak mengapresiasi sejarah mulai dari hal-hal kecil, hal-hal sederhana yang biasa kita temui sehari-hari. Atas dasar cara pandang demikianlah maka sebuah komunitas wisata dan apresiasi sejarah yang dinamai Klab Aleut dibentuk.
CIKAL-BAKAL ALEUT?
Klab Aleut bermula dari kegiatan jalan-jalan yang dilakukan anak-anak Jurusan Sejarah Unpad. Awalnya jalan-jalan biasa—menelusuri jejak sejarah kota Bandung. Sering pula jalan-jalan ini dilakukan bersama teman-teman dari Perpustakaan Batu Api Jatinangor. Kegiatan ini kemudian diterapkan pada salah satu kegiatan dalam penerimaan mahasiswa baru Jurusan Sejarah Unpad tahun 2004. Pada tahun 2005, Himse (Himpunan Mahasiswa Sejarah Unpad) menyelenggarakan Aleut Mijn Bandoeng, sebuah wisata sejarah yang dilakukan dengan berjalan-kaki, menyusuri sejarah kota Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan dengan peserta anak-anak SMA Negeri se-kota Bandung. Pesertanya tidak dipungut biaya sama sekali. Diadakan pada Minggu, 25 September 2005 bertepatan dengan hari jadi kota Bandung yang ke-195.
Sebagai tindak lanjut dari Aleut Mijn Bandoeng 2005, kemudian beberapa rekan dari Jurusan Sejarah Unpad, ditambah banyak rekan lain dari jurusan dan universitas lain, berinisiatif membuat suatu komunitas wisata sejarah yang swadaya di luar kampus. Kongkretnya, orang-orang ini kemudian mengumpulkan beberapa teman-teman SMA yang pernah menjadi peserta Aleut Mijn Bandoeng 2005, ditambah rekan-rekan lain yang juga punya pandangan sejalan, untuk mengukuhkan sebuah komunitas wisata sejarah. Namanya Klab Aleut, dikukuhkan di Bandung pada 29 Juni 2006, di Jalan Sumur Bandung 4, Dago, Bandung.
Perlu kita catat, walau bercikal-bakal dari kegiatan-kegiatan anak-anak Ilmu Sejarah Unpad, nyatanya Klab Aleut sama sekali tidak identik sebagai komunitas anak-anak sejarah. Toh, penggiatnya jauh-jauh-jauh lebih banyak yang bukan anak sejarah.