klab's posts with tag: titik penting

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag titik penting
Blog EntryJEJAK AGUSDec 18, '07 5:42 AM
for everyone

Bandung

Namanya Taufanny Nugraha, panggilannya Opan. Badannya tinggi, kurus, seperti ranting jerami. Ia macamnya orang yang punya minat, lagaknya anak muda yang ingin tahu soal segala. Nongkronglah ia di Batu Api, macam-macam ia lahap. Ingat aku waktu mahasiswa dulu.

Ia dirikan Klub Aleut, kelompok jalan-jalan, wisata budaya dan sejarah Bandung. Sambil jalan-jalan, sambil mengenang sejarah tempat itu. Minggu lalu aku ketemu Opan, kusuruh dia menulis tempat-tempat penting, wajib kunjung di Bandung. Berikut yang dia kirimkan pada saya:


Tenggeran Bandung
(Atau)
Beberapa Titik Bersejarah
Paling Penting di Bandung


1. Gedung Sate
Ini dia salah satu bangunan paling monumental di Nusantara yang sekaligus menjadi ciri paling khas kota Bandung! Sejarahnya pun penting, pembangunan Gedung Sate-yang dulu disebut Gouverment Bedrijvent (Pusat Pemerintahan), berkaitan erat dengan rencana pemindahan ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung pada awal abad ke-20. Dr. H.P. Berlage, arsitek senior Belanda awal abad ke-20, menyebutnya sebagai, "Karya arsitektur yang besar."

2. Jalan Braga
Braga merupakan simbol kejayaan kejayaan Bandung sebagai Parijs van Java. Kawasan Braga sempat disebut-sebut sebagai de meest Europeesche winkelstraat van Indie (kawasan pertokoan Eropa termewah di Hindia). Di kawasan ini, semua barang kelas satu dipajang di etalase-etalase tiap toko, dari mobil Mecedez atau Renault di ruang pajang pabrik perakitan mobil Fuch en Rens, busana-busana dengan mode terbaru yang sedang menjadi tren di Paris yang bisa didapat di Au bon Marche Modemagezijn atau Onderling Belang, pemutaran film dengan fasilitas mewah di Bioscope Majestic, hingga pusat segala hiburan kelas satu di Societet Concordia yang konon sering menampilkan hiburan-hiburan yang didatangkan langsung dari Eropa. Di jalan ini juga terdapat Maison Bogerijn, restoran yang mendapat piagam restu langsung dari Ratu Wilhemina, sehingga diizinkan untuk menyajikan menu-menu khusus Kerajaan Belanda.

3. Gedung Merdeka
Gedung ini sempat menjadi simbol kemewahan gaya hidup di Bandung. Sejak keberadaannya pada akhir abad ke-19, gedung ini difungsikan sebagai Societet Concordia, yaitu sebuah perkumpulan orang-orang Eropa elit di Bandung, yang terutama adalah para preangerplanter (pengusaha perkebunan di Priangan). Pasca kemerdekaan, gedung ini menjadi tempat terjadinya peristiwa monumental dalam sejarah dunia. Gedung ini dipilih Soekarno untuk penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955. Hingga kemudian menjadi rahim kemerdekaan banyak bangsa di Asia dan Afrika.
Gedung ini juga lambang rasialisme kolonial. "Mengharukan, AbA (Abdoelkarim bin Abdoelkadir) membantu tanpa pamrih mengangkut lukisan-lukisan itu ke atas gerobak dan dia ikut mengantarkan sampai ke gedung Societeit Concordia (Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika) yang megah dan mewah itu. AbA hanya bisa mengantar sampai di depan gedung. Dia membaca tulisan di depan gedung yang berbunyi: verboden voor honden en inlander (Terlarang untuk anjing dan pribumi)" (Paris Van Java, Remy Sylado)


3.Jaarbeurs
Jaarbeurs merupakan sebuah bursa tahunan yang diselenggarakan di Bandung pada masa kolonial, sejak 1920 hingga 1941. Penyelenggaraan Jaarbeurs pada bulan Juni-Juli merupakan titik puncak kemeriahan kota Bandung pada masa itu. Dari kegiatan Jaarbeurs pulalah konon istilah Parijs van Java mulai disebut-sebut. Awalnya digunakan oleh Tuan Roth, pemilik toko meubel dan interior di Jalan Braga untuk promosi produk-prroduknya.

4. Hotel Homann dan Hotel Preanger
Dua hotel ini bisa dibilang sebagai hotel paling elit di Bandung pada masa kolonial. Hotel Homann merupakan salah satu hotel generasi pertama di Bandung. Tamunya pada zaman dulu tidak sembarangan, bintang-bintang film terkenan seperti Charlie Chaplin dan Mary Pickford-America's Sweetheart saat itu, pernah menjadi tamu di Hotel ini.
Bangunan Hotel Homann dan Preanger juga memiliki gaya arsitektur mengagumkan yang merupakan dua dari bangunan kolonial bergaya art-deco paling penting yang ada di Nusantara.

5. Gedung Papak
Pada mulanya sempat berfungsi sebagai kantor direktur perkebunan kina. Sejak akhir abad ke-19, kina mulai dibudidayakan besar-besaran, terutama di perkebunan-perkebunan sekitaran Bandung. Hingga kemudian pada awal abad ke-20, Hindia Belanda tercatat sebagai produsen kina terbesar di dunia. Lebih dari 90% kebutuhan kina di dunia saat itu dipenuhi oleh perkebunan-perkebunan kina di Hindia Belanda, terutama yang ada di sekitaran Bandung.
Bandung kemudian mendapat statusnya sebagai gemeente (kotamadya) sejak 1906. Sejak itu pula Gedung Papak beralih fungsi menjadi balai kota Bandung-hingga sekarang.

6. Pendopo
Pendopo Bandung merupakan simbol pendirian kota Bandung. Ketika Jalan Raya Pos dibangun, Daendels memerintahakan Wiranatakusumah II, bupati Bandung saat itu, untuk memindahkan pusat pemerintahan Bandung agar mendekati lintasan Jalan Raya Pos. Bupati kemudian memindahkan pemerintahannya ke wilayah Alun-alun Bandung sekarang dan kemudian mendirikan Pendopo sebagai bangunan pusat pemerintahannya. Maka sejak itulah Bandung yang baru mulai didirikan. Dari peristiwa pemindahan pusat pemerintahan itu kemudian tanggal 25 september 1810 dijadikan sebagai Hari Jadi Kota Bandung.

7. Titik 0 Kilometer Bandung
Di titik inilah kisah perjalanan Bandung sebagai kota bermula. Sembari menancapkan tongkatnya ke tanah di salah satu titik di tepi jalan tersebut, Daendels pernah berkata kepada Wiranatakusumah II, Bupati Bandung saat itu, "Zorg dat als ik terug kom hier een stad in gebouwn", yang artinya "Coba usahakan, sekembalinya aku ke tempat ini, sebuah kota telah terbagun". Atas kejadian itulah kemudian tongkat Daendels seolah mengubah segala situasi di wilayah tersebut, wilayah yang kemudian berkembang menjadi Kota Bandung. Titik tersebut kemudian kita kenal sebagai titik 0 kilometer Bandung, titik yang dianggap simbol awal mula di mana Bandung mulai terbangun dan berkembang.

8. Vila Isola
Vila Isola merupakan salah satu simbol keunikan arsitektur di Bandung. Pada awal abad ke-20, Bandung dibanjiri arsitek-arsitek yang mencurahkan kreasi mereka dengan begitu maksimal. Bandung kala itu seolah berfungsi sebagai laboratorium arsitektur bagi para maestro arsitektur Belanda. Kreasi percobaan para arsitek tersebut kemudian menghasilkan bangunan-bangunan yang unik dan khas seperti yang kita lihat pada Vila Isola, sebuah vila yang dipesan langsung seorang kaya bernama D.W. Berretty kepada maestro arsitektur saat itu, Wolf Schoemaker.
# posted by Ziggy Stardust

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help